A Note of Thanks

Dear Readers,

Welcome to MfMC official blog.

We aim to proactively and continuously promote and educate the issue of children's safety to the public. Children are the future of our nation and they are "vulnerable'. They rely on adults to protect them from any form of harm including without limitation to kidnapping.

Hence, it is our hope that this little effort will be able to instill the continuous sense of safety for children among the public.

Let's do this together. Help us to help others in creating the awareness. Spread the message to others. Prevention is better than cure.

Together we make a difference.

Like us on Facebook
Follow us on Twitter

Monday, 6 January 2014

Show Your Support


In less than 96 hours, a group of 38 cyclists who have confirmed their participation (we expect few more to confirm their participation in the next 3 days), will cycle from Singapore to Hatyai with the hope that no more children will go missing in the future. The ride to promote children's safety by creating public awareness is named MfMC Ride for Missing Children - Singapore-Hatyai Ride 2014. Everyone can be part of the ride directly and indirectly. 

Show the cyclists your support by giving your words of wisdom/encouragement by commenting to this post.

To read more about the ride, please click here  

Thursday, 2 January 2014

Press Release



MfMC Ride for Missing Children - Singapore-Hatyai Ride 2014
(A ride with the hope that no more children will go missing)



3 January 2014
Kuala Lumpur – Mission for Missing Children or better known as MfMC is a non-profitable and politically independent organisation that aims to promote the children's safety issue through their outdoor activities such as cycling, running, swimming, triathlon and mount climbing. 
 
From 11th to 17th January 2014, a group of 20 cyclists will be cycling from Woodlands in Singapore to Hatyai in Thailand to further promote their cause. Along the ride, they will be making stops at various places to reach out to the society members to share tips and information about children's safety. The team will also be visiting Sek Keb Teluk Kemang in Port Dickson and Sek Keb Seri Selamat in Setiawan whereby they will give talk on children's safety issue to the school children. 


"It is our hope that our effort will help to raise the awareness level on children's safety so that no more children will go missing in the future", said Mohd Khafiz Bachok, the MfMC's Chairman.

As to why MfMC is doing the ride, Mohd Khafiz said, "this is our contribution to the society by doing what we love to do i.e. cycling. It is no longer just about our passion in cycling but more importantly how we can benefit the society from our activities. Cases of missing children repeatedly occurs and what need to be done is to continuously creating awareness on children's safety issue, which through our observation is what the society is lacking of. Hence, MfMC is here trying to address the issue". 

According to Mohd Khafiz, the ride is opened to all cyclists out there who want to ride for a cause. This is a non-sponsored, fully self financed and self sufficient ride. Interested cyclists may join the entire ride or any stage throughout the ride. The group will ride along the west coast road of Peninsular Malaysia, tentatively as follows; -

Stage 1 - 11th Jan 2014: Woodlands to Batu Pahat (137.1km)
Stage 2 - 12th Jan 2014: Batu Pahat to Teluk Kemang (169.4km)
Stage 3 - 13th Jan 2014: Teluk Kemang to Kuala Selangor (152.5km)
Stage 4 - 14th Jan 2014: Kuala Selangor to Setiawan (145.1km)
Stage 5 - 15th Jan 2014: Setiawan to Semanggol (98.7km)
Stage 6 - 16th Jan 2014: Semanggol to Bukit Kayu Hitam (210.1km)
Stage 7 - 17th Jan 2014: Bukit Kayu Hitam to Hatyai 66.1km)

To learn more about the ride or MfMC, please feel free to contact 012-3388 212 (RAZMY) or email to razmy_azis@yahoo.com.

Monday, 16 December 2013

Petisyen - Keselamatan Anak-anak Adalah Tanggungjawab Bersama

English translation is at the bottom

Di #MfMC, kami telah sepakat untuk membuat satu petisyen berkaitan dengan isu keselamatan kanak-kanak. Berpegang kepada tema "Dari Kita Kepada Kita Untuk Anak-anak Kita", petisyen ini bertujuan untuk terus menyedarkan ibubapa dan masyarakat bahawa keselamatan anak-anak adalah tanggungjawab kita bersama. Petisyen ini ditujukan kepada ibubapa dan masyarakat di luar sana dan bukan kepada mana-mana pertubuhan, organisasi mahupun kerajaan. 

Oleh itu, kami mahu mengumpul sebanyak mungkin tandatangan dan sokongan daripada semua orang untuk petisyen ini. Ini amat penting bagi kami bagi membuktikan kepada ibubapa dan masyarakat bahawa ramai di kalangan kita yang percaya keselamatan anak-anak adalah tanggungjawab ibubapa dan masyarakat sendiri dan bukannya tanggungjawab pemerintah dan pihak berkuasa. 

Oleh itu, kami menjemput anda semua di luar sana untuk menandatangani (secara online) petisyen kami ini.  Bagi yang telah menandatangani, kami mengucapkan terima kasih atas keprihatinan anda dan teruskan berkongsi petisyen ini dengan rakan-rakan dan ahli keluarga anda.

Untuk menandatangani dan menunjukkan keprihatinan anda, sila klik di sini

Petiton - Children's Safety is Our Mutual Responsibility

We at #MfMC has decided to make a petition on the issue of children's safety. Holding on the theme of "From Us To Us For Our Children", the petition  is meant to raise awareness among the parents and society members out there that children's safety is our mutual responsibility.  The petition is addressed to all parents and society members out there and not to any association or organisation or government.

Therefore, we aim to collect as many signatures and support as possible from everyone. This is very critical for us to prove to all parents and society members that many of us believe that children's safety is our responsibility and not that of the government or the authority.

We humbly invite all of you out there to join us and sign the petition (on line). To those who have signed, thank you from the bottom of our heart for showing your support and concern. Please help to share and spread the petition to your friends and family members so that they can also do their part.  

To sign and show your support for the petition, please click here


   

Monday, 9 December 2013

MfMC's Community Message #1

If we do not look after our children, someone else will. Better be safe than sorry.


Tuesday, 3 December 2013

Kematian Tiga Beradik Bukan Tragedi Biasa

Apa yang berlaku ke atas adik Nur Syafikah Nadia Rusdi dan dua adik permepuannya adalah satu tragedi yang amat menyayat hati. Kenapa mereka diperlakukan sebegitu rupa masih menjadi tanya. Tidak perlulah kita untuk bermain teka teki dan membuat spekulasi sendiri tentang sebab musabab berlakunya kejadian itu. Biarkan pihak Polis meneruskan siasatan dan sama-sama kita berdoa agar penjenayah terbabit segera diberkas, di hadapkan ke muka pengadilan dan diberikan hukuman yang setimpal dengan jenayah keji yang dilakukan. Kami di Mission for Missing Children mengutuk sekeras-kerasnya jenayah yang dilakukan ke atas adik Nur Syafikah Nadia Rusdi dan dua adik perempuannya.

Bagi kami, melihat kepada jenayah sebegitu rupa yang berulang kali berlaku, kami dapat membuat kesimpulan bahawa semakin ramai manusia di luar sana yang semakin hilang kewarasan mereka dan sudah tidak lagi berperikemanusiaan. Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa manusia semakin hilang kewarasan dan tidak lagi berperikemanusiaan. Ia mungkin kurang pegangan agama, terlalu terdedah kepada bahan bacaan dan budaya yang tidak sihat dan sebagainya. Ia mungkin agak kompleks untuk dirungkaikan dan memerlukan kerjasama dan kesedaran banyak pihak dan memakan masa untuk memperbetulkan apa yang tidak lagi betul.

Sebab musabab berlakunya jenayah-jenayah seperti ini adalah di luar kawalan kita sebagai seorang individu. Maka sebagai individu, dari kita memberi fokus kepada sesuatu yang di luar kawalan kita yang pastinya tidak dapat kita kawal, mengapa tidak kita beralih kepada sesuatu yang berada di dalam kawalan kita? Mungkin kita tidak sedar. Kita hendaklah lebih berhati-hati dalam segala tindak tanduk yang kita ambil. Hendaklah kita lebih bersikap prihatin dan waspada dengan persekitaran kita. Pepatah Melayu mengatakan "malang tidak berbau". Kalau kita boleh bau, memanglah senang, hakikatnya kita tidak dapat menghidu bila perkara buruk akan terjadi kepada kita atau ahli keluarga kita. Langkah berhati-hati dan berwaspada ini mungkin dianggap leceh kerana ia memerlukan tenaga dan masa kita seperti menemani anak bermain di taman, pergi sendiri ke kedai dan bukannya menyuruh anak kecil berjalan sendirian dan sebagainya. Ia nampak remeh jika kita pasti tiada apa akan berlaku, hakikatnya kita tidak dapat memberi kepastian itu. Apa yang remeh itu akan jadi penting apabila kejadian yang tidak kita ingini berlaku ke atas orang yang kita sayangi. Namun ia pastinya sudah terlambat. Jadi, beringatlah sentiasa.

Berulang kali kes-kes seperti ini berlaku dan seluruh negara akan meratapinya dan orang ramai akan mengutuk sekeras-kerasnya jenayah yang dilakukan. Tetapi satu persoalan yang timbul: Apakah yang kita lakukan secara individu atau berkumpulan bagi memastikan jenayah seperti ini tidak berlaku?

Ingatlah! Kerapkali jenayah berlaku kerana kita memberi ruang dan peluang kepada penjenayah untuk bertindak dan mereka ini bertindak pada masa, dengan cara dan di tempat yang kita tidak sangkakan.      


Tuesday, 26 November 2013

Finally!!! We are a Registered NGO

Tuesday, 26th November 2013 marked an important date for us at Mission for Missing Children (MfMC). It is official now that we are a registered society under Section 7 of the Societies Act 1966. It is a great milestone for us and solid proof of our commitment to continue with our efforts to create and raise awareness among society on the importance of children's safety. 

MfMC's Registration Certificate
In our continuous effort to champion our cause, we pledge that we shall remain a non-profit NGO and politically independent.

We are now inviting everyone out there, to join us in our effort to promote the children's safety issue. As rightly pointed out by one of MfMC's buddies, Ganesa Rama on his facebook wall, "if we can raise alertness in just one heart, a child's life is saved". 

There are more than 1500 people out there who have joined us in our cause. They decided to make a difference. What about you?

We would like to also share a quote from another MfMC's buddy that "no point to mourn each time a child goes missing if we choose not to play our part in preventing that from happening"   

Friday, 8 November 2013

Jenis-jenis Kehilangan Kanak-kanak

Seringkali kita terbaca tentang kes kehilangan kanak-kanak. Di sebalik kes-kes tersebut, tersirat pelbagai faktor dan jenis kehilangan kanak-kanak. Nampak mudah tetapi kita harus memberi perhatian yang serius berhubung perkara ini. Antara faktor-faktor yang menyumbang kepada kes kehilangan kanak-kanak (antaranya telah kami sentuh dalam artikel yang lepas) adalah termasuk kecuaian ibubapa/penjaga, kurangnya keharmonian dalam kehidupan sekeluarga, kurang kasih sayang ibubapa/penjaga, terlalu mengambil mudah hal berkaitan keselamatan anak-anak dan sebagainya. Namun artikel kali ini menyentuh tentang jenis kehilangan kanak-kanak yang mempunyai hubungan rapat dengan faktor yang menyebabkan berlakunya kes kehilangan kanak-kanak.

1. Pemerdagangan kanak-kanak (child trafficking)

Kanak-kanak yang diculik bagi tujuan ini jarang ditemui semula. Walau tidak ada bukti jelas bahawa seseorang kanak-kanak yang diculik itu digunakan untuk tujuan pemerdagangan kanak-kanak, kerana kesukaran mendapatkan statistik, adalah dipercayai seramai 1.2 juta kanak-kanak diperdagangkan setiap tahun di seluruh dunia.

Kanak-kanak yang diperdagangkan ini melalui nasib yang berbeza-beza di antara satu sama lain namun tidak ada satu pun nasib yang menimpa mereka ini berbentuk positif. Semuanya adalah berbentuk negatif. Antara nasib-nasib yang menimpa mereka adalah: -
  • menjadi buruh paksa
  • dieksploitasi untuk tujuan seks
  • terlibat dalah urusan jual beli dadah
  • menjadi pengemis
Filem Slumdog Millionaire adalah antara filem yang berkisar kepada pemerdagangan kanak-kanak.

2. Tebusan

Dalam kes sebegini, keluarga mangsa akan dihubungi untuk mendapatkan wang tebusan. Keluarga mangsa akan dinasihatkan oleh penculik untuk tidak menghubungi pihak polis dan mereka akan mengaturkan jumlah wang, tempat dan masa untuk penyerahan wang tebusan. Dalam banyak kes, mangsa tidak akan berada di tempat penyerahan wang dilakukan namun sekiranya dilepaskan kepada pihak keluarga ditempat berasingan. Namun terdapat juga mangsa yang dibunuh walaupun wang tebusan diserahkan seperti yang diminta. Walau apapun arahan yang diberikan oleh penculik, pihak keluarga hendaklah dengan pantas menghubungi pihak polis dan jangan cuba untuk berurusan dengan penculik secara bersendirian.

Filem Ransom adalah antara filem berkisar kepada penculikan untuk tujuan mendapatkan wang tebusan.

3. Lari dari Rumah

Kes sebegini terjadi akibat kerelaan diri kanak-kanak itu sendiri melarikan diri dari rumah. Namun harus diingat bahawa dalam kebanyakan kes, ia melibatkan pengaruh pihak ketiga (selain anggota keluarga terdekat) yang menghasut kanak-kanak itu sendiri untuk melarikan diri dari rumah. Hal ini boleh terjadi jika tiada keharmonian dalam kehidupan berkeluarga atau ibubapa/penjaga yang tidak ambil peduli akan hal anak-anak. Merasakan kehadiran mereka tidakbegitu dihargai, mereka akan mengambil keputusan melarikan diri. Namuan ada juga anak-anak yang berada diluar kemampuan ibubapa/penjaga untuk mengawal mereka. Banyak lagi faktor yang mendorong mereka melarikan diri dari rumah. Walau apapun, kebanyakan mereka yang melarikan diri dari rumah bertindak atau mengharapkan agar dapat kembali ke pangkuan keluarga mereka semula.

4. Diculik Oleh Orang yang Dikenali

Dalam hal ini, ia biasanya akan berkisar kepada konflik dalaman keluarga dan lebih kepada ingin mendapatkan hak penjagaan yang tidak melalui proses perundangan.


Walaupun kelihatan penculikan yang dilakukan oleh orang yang dikenali agak kurang berbahaya, namun saat tidak mengetahui apa yang berlaku dan bakal berlaku ke atas anak yang diculik itu pastinya sesuatu yang merunsingkan. Oleh yang demikian, kami menasihatkan semua orang supaya sentiasa menjadikan keselamatan anak-anak sebagai perkara paling penting dalam setiap urusan. Tiada siapa yang inginkan anak-anak mereka hilang (dalam bentuk dan cara apa sekalipun) namun tidak ramai yang bersungguh-sungguh memastikan keselamatan anak-anak mereka. Bukan mereka tidak tahu, cuma kesedaran itu amat kurang.